Kecanduan Internet? Selamatkan Otakmu!

      (Game8) - Kecanduan internet memang merupakan masalah yang sangat berkembang di berbagai belahan dunia. Korea termasuk salah satunya, sebuah negara yang juga salah satu pusat perkembangan dunia game. Dengan sebutan negeri ginseng, Korea sangat kaya akan perusahaan dan tokoh terkenal yang berkecimpung di dalam dunia game.

      Korea Selatan belum lama ini memiliki sebuah inovasi terbaru yang bertujuan untuk mengobati para pecandu internet disana. Dengan membuka "Save Brain Clinic" atau klinik penyelamatan otak bulan lalu, klinik ini adalah salah satu fasilitas medis di dunia dan merupakan klinik pertama di Korea yang memfokuskan kinerjanya untuk mereka yang kecanduan internet di usia remaja, tetapi tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang sudah dewasa dan memiliki keinginan untuk paling mengurangi hal tersebut.


      Di Bulan November yang akan datang, badan legislatif Korea Selatan akan mulai menerapkan hukum jam malam untuk para gamers, yaitu mulai dari tengah malam hingga pagi hari (06:00). Pemerintah akan memutus akses mereka ke sejumlah layanan game online seperti Mapple Story dan Dragon Nest serta sekitar 17 online Role Playing Game lainnya. Ke 19 game online tersebut disinyalir memiliki 79% pasar game online di Korea Selatan. Selain jam malam, koneksi ke game-game online akan dibuat lebih lambat bagi mereka yang kedapatan terlalu lama mengakses game online tersebut.

      Nantinya, pecandu internet akan dirawat di klinik "Save brain" dalam 5 minggu selama 1 sesi. Dalam 1 sesi tersebut akan ada beberapa prosedur yang akan dijalankan, diantaranya prosedur kedokteran, pengelompokan, terapi, dan juga dua prosedur pemantauan gelombang otak yang memiliki tujuan untuk mengontrol, merangsang dan kemudian sedikit merubah aktifitas otak tanpa operasi. Kedua prosedur ini terkadang digunakan juga pada pasien depresi.


      Menurut sebuah riset di wilayah Korea Selatan, terdapat sekitar 2 juta pecandu internet dengan 48,6 juta total penduduk. Dan diperkirakan 877 ribu diantaranya berusia antara 9 -19 tahun. Namun hingga saat ini hanya 3 orang yang sadar akan hal ini dan datang ke klinik "Save Brain" ini. Lee Jaewon, kepala bagian klinik memperkirakan bahwa kebanyakan para orang tua malu untuk mengakui bahwa anak-anak mereka memiliki masalah kecanduan tersebut dan takut dinilai banyak orang bahwa anak mereka memiliki gangguan jiwa. Karena klinik ini terletal di Rumah Sakit Nasional Gongju yang juga memiliki institusi kejiwaan.


      "Kita harus mengobati hal ini sebelum terlambat, sebelum kecanduan internet telah dinilai sebagai sebuah penyakit mental. Mulai sekarang kami berharap lebih banyak upaya medis akan memberikah perhatian dalam hal ini", Lee Jaewon.

      Pada kenyataannya memang sebagian besar dari kita akan selalu bergantung kepada internet, dengan kemudahan, kecepatan juga ketepatan yang bisa kita dapatkan, sudah pasti kecanduan pun akan berkembang. Tapi segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan lebih cenderung menghasilkan efek yang negatif. Karena itu, semoga saja para pengguna internet di Indonesia sadar akan hal ini dan kesehatan masing-masing.



      INZ
    • Game8 Facebook
    • Follow us on Twitter
    • 303

    Go to top