

Battlefield 3 memang mempunyai fitur berbagai skenario nyata penduduk setempat, salah satunya adalah setting perkotaan Iran yang menampilkan tempat bersejarah Grand Bazzar. Surat kabar setempat, Ashar-e Ertebat melaporkan bahwa seorang deputi yang tidak disebutkan namanya dengan keamanan dan divisi intelijen polisi Iran mengatakan, "Semua toko komputer dilarang menjual game ilegal ini!"

Seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Fars, sekelempok “pemuda Iran” juga telah mengumpulkan 5.000 lebih petisi online untuk memprotes Battlefield 3.

"Kami memahami bahwa kisah videogame adalah hipotetis ... (tapi) kami percaya game ini sengaja dirilis pada saat AS mendorong masyarakat internasional menjadi takut kepada negara Iran," itulah kutipan dari petisi tersebut.

Kejadian seperti ini memang bukan pertama kalinya terjadi di dunia game. promosi yang menunjukan kekerasan didalam game yang mana sering dijadikan alasan untuk “pembredelan” permainan dianggap tindak pidana, tetapi keprihatinan geopolitik menyebabkan kecaman atas game adalah kejadian yang relatif langka.

Pada tahun 2006, Mercenaries 2 menyebabkan beberapa kontroversi di Venezuela karena dianggap penggambaran sebuah "tiran haus kekuasaan", karena peran antagonis utama dari game ini. 2 tahun sebelumnya, Ghost Recon 2 juga dilarang di Korea Selatan untuk masalah plotline perang semenanjung Korea yang "terlalu jauh".
CF


.jpg)

Catherine
Miku Hatsune
Angels of G-STAR 2011
Girls @TGS 2011
Cosplay Black Rock Shooter

