
Setelah dirilis di konsol arcade, Dead or Alive 2 dirilis pada tahun 2000 untuk Dreamcast dan PlayStation 2, namun kemudian kembali dirilis dengan update lebih lanjut pada kedua platform tersebut. Itagaki berbagi cerita tentang bagaimana peristiwa itu bisa terjadi.
Saat batas waktu untuk DoA 2 versi PlayStation 2 semakin dekat, Itagaki dikunjungi oleh General Manager penjualan Tecmo, "Dapatkah saya meminjam salinan dari game ini sehingga saya bisa mencobanya?" kenang Itagaki yang diminta menyerahkan copy DoA 2 pada sang manager saat itu.
Itagaki tidak curiga dan santai memberikan persetujuannya dan menyerahkan disk game DoA yang masih dalam proses pengembangan. Tidak tahunya, disk tersebut tidak dimainkan dan malah dikirim ke pabrik untuk diproduksi massal.
"Saya pikir saya akan berhenti membuat game," ujar Itagaki. Dia juga menambahkan bahwa ia mulai tinggal di rumah, minum dari pagi sampai malam, dan menangis saat ia menonton film Bruce Willis, Armageddon, dengan putrinya, serta mendengarkan lagu "I Don’t Want To Miss A Thing"nya Aerosmith.
Pada akhirnya, Itagaki memulihkan dirinya dan kembali bekerja serta berencana merilis Dead Or Alive: Hardcore. Saat ini Itagaki bekerja untuk Valhalla Studios, perusahaan yang dibiayainya untuk mengembangkan game shooter berjudul Devil’s Third yang akan dirilis oleh THQ.
Wah, ternyata dibalik kejatuhan DoA 2 waktu itu, ada cerita memilukan dari penciptanya. Semangat ya, om Itagaki!
CF








.jpg)

Catherine
Miku Hatsune
Angels of G-STAR 2011
Girls @TGS 2011
Cosplay Black Rock Shooter

